Aku tidak membencinya. Aku tidak berniat memusuhinya. Yah, aku memang iri padanya, aku juga cemburu padanya. Tapi, aku tak berniat sedikitpun menjadikannya saingan apalagi musuh.
Aku menjauhinya bukan karena membencinya. Aku hanya tak tahan melihatnya dekat dengan orang yang kusukai. Hanya itu. Tapi, sepertinya dia menerjemahkan sikapku sebagai tanda permusuhan. Dan dia mulai terlihat memusuhiku. Mungkin dia memiliki satu sifat yang sama denganku, bila dijauhi akan semakin menjauh.
Fiuuuh! Jadi aneh. Sudahlah. Mungkin dia bukan sahabat yang dikirimkan Tuhan untukku.
Minggu, 21 November 2010
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

Tulung tiliki mengeneh lik
BalasHapusPengumuman Lomba Nulis Ngapak
Suwun...
cemburuisme shyndrom nih kayaknya :P
BalasHapusBersaing secara sportif itu sulit memang.. :(
BalasHapusNyong wis lama nggak komen nang kene...
BalasHapuspriwe kabare mba...
hmmmm
BalasHapus@ Rawins:
BalasHapuslah, nyonk kalah be...
@ Rizaldy Gema Prayudha:
istilah apa lagi itu anak muda?
@ Karzel:
iya...
@ hasanfile:
Alhamdulillah esih urip, kang :)
@ widaaya: hmmm juga