Sebagaimana kehidupan, cinta -sebagai salah satu kepingan dalam kehidupan- tak bisa ditebak.Siapa yang menyangka seorang Riani yang cantik, cerdas, bisa jatuh cinta pada seseorang yang begitu absurd seperti Zafran, sang penyair nyentrik. Siapa yang menyangka Riani lebih memilih Zafran -yang justru tergila-gila pada adik Arian- dan menolak cinta Genta yang secara logika lebih layak bersanding dengannya karena jauh lebih normal dibandingkan Zafran. Siapa pula yang menyangka Katya akan memilih Andrea sang anggota The Pathetic Four yang berat untuk disebut tampan. Yah, begitulah cinta. Tak bisa ditebak pada siapa cinta akan dijatuhkan.
Lalu, apakah cinta perlu dikejar? Terserah. Kita bisa saja mengejar seseorang yang kita cintai dengan berbagai macam cara seperti Arai yang tak pernah lelah mengejar Zakiah Nurmala. Lalu, nisakah kita mendapatkan cinta kita setelah kita mengejarnya habis-habisan? Tergantung nasib. Bisa saja ceritanya berakhir bahagia seperti Arai yang akhirnya mendapatkan Zakiah Nurmala. Bisa juga kita patah hati seperti Luhde yang gagal mendapatkan Keenan dan seperti Romi yang gagal mendapatkan cinta Kugi. Atau mungkin kita memiliki orang yang kita cintai, mengikatnya dalam pernikahan, tapi hatinya tak pernah jadi milik kita, seperti Ratna yang tak bisa memiliki hati Danar meski telah menikah, karena ternyata hati Danar hanya untuk Tania.
Atau, kita bisa saja tetap memendam rasa cinta seperti Fahri yang tak pernah mengungkapkan cintanya pada Nurul dan seperti Fadhil yang tak kunjung berani meminang Tiara. Juga seperti Danar yang tak mau mengungkapkan cintanya pada Tania. Saat kita tak kunjung mendapatkan keyakinan untuk melangkah lebih jauh, bisa jadi memang bukan jodoh. Bukankah bila berjodoh Allah akan menganugerahkan kecenderungan dan kemantapan hati?
Ah, entahlah. Aku tak mengerti cinta. Aku juga tak berani mengharapkan cinta yang muluk-muluk. Tak berani kuharapkan ada seseorang yang mengejarku seperti Arai mengejar Zakiah Nurmala, tidak juga seperti Ikal yang begitu gigih berjuang untuk menemukan A Ling. Yang kuinginkan saat ini seseorang yang begitu sederhana seperti Jimbron yang senantiasa berusaha membuat Laksmi tersenyum. Itu saja.
NB:
Riani, Zafran, Arian, dan Genta adalah tokoh dalam novel 5 cm
Andrea/Ikal, Arai, Katya, Zakiah Nurmala, A Ling, Jimbron, dan Laksmi adalah tokoh dalam tetralogi Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov
Kugi, Keenan, Romi, dan Luhde adalah tokoh dalam novel Perahu Kertas
Danar, Ratna, dan Tania adalah tokoh dalam novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Nurul dan Fahri adalah tokoh dalam novel Ayat-Ayat Cinta
Fadhil dan Tiara adalah tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih

0 komentar:
Poskan Komentar
Silakan meninggalkan jejak berupa komentar, yang menunjukkan bahwa Anda pernah tersesat di blog ini.